Berikut Tiga Daerah Khusus dan Istimewa Di Indonesia, Simak!

Kali ini kami akan mengajak kamu untuk sedikit belajar sejarah Indonesia, mengapa ada beberapa daerah khusus di Indonesia? Tentu hampir semua daerah di Indonesia memiliki kelebihan masing-masing. Contohnya Jogja yang memiliki banyak keistimewaan salah satunya merupakan kota pelajar, terbukti universitas  di Jogja telah banyak melahirkan orang-orang hebat.

Nah kali ini kami akan sedikit membahas lebih dalam mengenai lima daerah khusus dan istimewa di Indonesia. Tentu informasi ini penting untuk mengetahui sejarah Indonesia, bagi kamu yang penasaran simak ulasannya sebagai berikut.

1. Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta

Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia dimana Jakarta memiliki lima kota administratif dan satu kabupaten administratif. Tentu saja Jakarta tidak seperti provinsi lain di Indonesia sebab, dari segi sistem lembaga daerah juga berbeda peraturannya. Wali kota dan bupati yang berada di Jakarta tidak dipilih langsung seperti luar daerah Jakarta, melainkan diangkat langsung oleh Gubernur DKI Jakarta atas rekomendasi DPRD DKI Jakarta.

Nah paling tidak Jakarta memiliki kakhususan tugas, hak kewajiban, dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Maka dari itu jangan heran jika para pejabat Jakarta memiliki kewenangan lebih.

2. Daerah Istimewa (DI) Nanggroe Aceh Darussalam

Beralih ke salah satu daerah khusus di Indonesia yaitu Naggroe Aceh Darusslalam (NAD), dimana daerah ini masih menjalankan syariah Islam lebih tegas ketimbang daerah lain. Aceh juga dikenal sebagai Pemerintah daerah “Serambi Mekah” dimana Aceh memiliki istilah peraturan yaitu Qanun. Selain itu Rakyat Aceh diperbolehkan untuk mendirikan partai politik lokal sendiri dan boleh menghukum seseorang yang melakukan zina dengan hukuman cambuk.

Yang perlu kamu ketahui bahwa Aceh tidak semerta-merta mendapatk keistimewaan melainkan mereka mendapatkannya dengan perjuangan yang cukup panjang. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menjadikan Aceh sebagai daerah istimewa di Indonesia. Untuk itu pula Aceh diberikan kewenangan untuk mengatur dan melaksanakan smeua sektor public sesuai dengan hukum syariat Islam.

Perjanjian tersebut dikenal dengan Kesepakatan Helsinki oleh masyarakat luas dan terdapat beberapa sektor yang dikecualikan seperti hubungan luar negeri, keamanan nasional, hal ihwal moneter dan fiksal, kekuasaan kehakiman, dan kebebasan beragama.

3. Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta

Berlanjut ke Daerah Istimewa Yogyakarta dimana salah satu kelebihan dari daerah ini yaitu tidak dilakukan pemilihan kepala daerah provinsi. Melainkan Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat yang sudah dipastikan untuk menjabat sebagai Gubernur DI Yogyakarta dan Adipati Pakualaman yang sudah dipastikan menjabat sebagai wakil gubernur. Hal itu dilakukan untuk menghormati Kerajaan yang telah lama berdiri di Yogyakarta sebelum merdekanya Indonesia.

Selain itu Kesultanan Ngayogyakarta telah diakui oleh pihak Belanda sebelum merdekanya NKRI, maka dari itu Indonesia sangat menghargai hal tersebut.

Pada saat Jepang telah pergi dari Bumi Pertiwi, Yogyakarta merupakan kota yang digadang-gadang mampu menjadi negara merdeka yang berdaulat sebab Yogyakarta memiliki wilayah, harta, penduduk, dan sistem pemerintahan monarki yang khas dari mereka. Tetapi Sultan Yogya Sri Sultan Hamengkubuwono (HBI) IX menyatakan pendapat yang berbeda bahwa kesultanannya adalah bagian dari NKRI.

Maka dari itu Sri Sultan HBI IX memberikan hampir semua harta kerajaan untuk penyelenggaraan pemerintahan NKRI di masa awal kemerdekaan, dan saat itu pula Yogyakarta menjadi Ibu Kota Indonesia di tahun 1946 dan 1949.

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikans eputar beberapa daerah Khusus di Indonesia. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan, terimakasih.